Deskripsi
Penulis: Dome
Tebal: 40 halaman
Di kamar hotel mewah yang sunyi, derai hujan menjadi saksi bisu pertemuan dua pria yang dipisahkan oleh takdir. Dandi—dengan postur tubuh tegap dan lengan berotot yang berurat—melangkah masuk dan menutup pintu, menyegel jarak antara dirinya dan Toni. Udara seketika memanas, membaur dengan ketegangan hasrat yang selama ini tertahan. Tanpa banyak kata, tangan besar Dandi membelai pipi Toni, sebelum bibirnya melumat bibir tipis pria itu. Kancing kemeja Toni terbuka perlahan di bawah tekanan jari Dandi, diikuti jejak ciuman basah di leher halusnya yang memancing desahan tertahan. Ini adalah malam terakhir, di mana rindu membara meledak tanpa sekat.
Namun, gairah memabukkan itu hanyalah pelarian dari kenyataan pahit yang menanti. Beberapa hari lagi, Dandi akan melangkah ke pelaminan dengan wanita lain akibat keputusan yang memaksa hubungan sesama jenis mereka kandas. Toni hanya meminta satu malam untuk menciduk sisa kehangatan pria yang sangat ia cintai sebelum kehilangannya secara permanen. Di bawah bayang-bayang tubuh kekar Dandi, Toni menyadari bahwa setiap sentuhan menyilaukan ini adalah hitungan mundur menuju perpisahan. Setelah satu malam itu berakhir, tidak ada lagi pelukan, tidak ada lagi status memiliki; mereka harus kembali menjadi dua orang asing yang tak memiliki hubungan apa pun lagi.
Mampukah Toni benar-benar melepaskan Dandi setelah memberikan seluruh rindunya, atau justru satu malam terakhir ini akan meninggalkan perpisahan yang membuatnya tak pernah bisa merelakan kepergian pria itu?










Review
Belum ada yang kasih review.