Deskripsi
Penulis: FEI
Tebal: 14 halaman
🔥 Include Bonus Art
Password: bacaanseru.fun
Di kota yang berdenyut tanpa ampun, Triyono datang dengan harapan sederhana: mencari rezeki halal agar anak dan istrinya di kampung tidak kelaparan. Jakarta menyambutnya bukan dengan kemudahan, melainkan bedeng-bedeng pengap yang jadi tempat tidur para kuli dan mimpi yang tumbuh di antara debu semen. Di sanalah kisah ini bermula—tempat di mana keringat, tenaga, dan harga diri diuji tanpa ampun.
Setiap siang, Triyono memanggul besi dan menahan panas, membangun rumah mewah untuk orang lain sementara dirinya menumpang di dinding seng reyot yang nyaris roboh. Setiap malam, ia memandangi foto keluarganya, mengingat janji untuk pulang membawa uang dan kebanggaan. Namun di balik hiruk-pikuk proyek itu, ada sesuatu yang busuk, sesuatu yang disembunyikan para mandor dan pekerja lama. Ada aturan tak tertulis, ada barter yang lebih dari sekadar tenaga.
Daus, sang asisten mandor, menebar pesona sekaligus ancaman. Siapa yang mau bertahan harus tunduk pada cara permainannya. Uang, posisi aman, atau rasa malu—semuanya jadi mata uang yang bisa ditukar asal berani menutup mata dan hati. Triyono terjepit di antara kebutuhan dan martabat, di antara ingin pulang terhormat atau tetap bertahan hidup dengan luka yang tak bisa disembuhkan.
Gelora Bedeng Asmara bukan sekadar kisah buruh dan kerja keras. Ia menyingkap sisi gelap yang jarang dibicarakan: bagaimana manusia bisa didesak sampai batas di mana benar dan salah tak lagi jelas. Kisah yang mengguncang, penuh ketegangan, dan memaksa pembaca bertanya—sejauh mana seseorang rela kehilangan dirinya demi orang-orang yang ia cintai?
Di balik tembok seng itu, nafas, tubuh, dan rahasia berpadu jadi satu. Dan sekali kau membuka pintunya … tak ada jalan untuk benar-benar keluar.










Review
Belum ada yang kasih review.